Pekan Kewaspadaan Penyakit Jamur

 

Tanggal 23 September 2019 – Pokja Bidang Mikosis Paru, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menggelar konferensi pers dalam rangka memperingati Pekan Kewaspadaan Penyakit Jamur (23-29 September 2019). Dr. dr. Anna Rozaliyani, M.Biomed, SpP(K), ketua Pokja Bidang Mikosis Paru, PDPI menyampaikan pentingya peran dokter dalam menemukan dan mendiagosis penyakit jamur paru melalui kecurigaan awal dari perjalanan penyakit dan penyakit dasar pasien.

Menurut dr.Anna, keluhan pasien seperti batuk lama, batuk darah, sesak nafas, kelesuan atau penurunan berat badan yang berlangsung dalam tiga bulan atau lebih perlu dicurigai sebagai infeksi jamur paru, selain tuberkulosis paru dan keganasan (tumor) paru. Dokter yang sudah menangkap adanya kemungkinan penyakit jamur paru ini selanjutnya dianjurkan untuk pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lain misalnya laboratorium dan radiologi (rontgen dada) agar diagnosis pasti bisa ditegakkan. Hasil pemeriksaan jamur nantinya harus dinilai secara cermat dengan bantuan ahli mikologi. Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universits Indonesia yang berlokasi di Salemba, Jakarta merupakan laboratorium rujukan untuk pemeriksaan jamur.

Pada kesempatan tersebut hadir pula pakar lainnya Prof. dr. Anwar Jusuf, Sp.P(K), ketua PDPI Dr.dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K) dan sekretaris umum PDPI dr. Erlang Samoedro Sp.P(K).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *